Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026
Mujiasih Rukmantara
03 Jul 2026
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026 yang berlangsung hingga 25 Juli 2026. Sementara itu, pemerintah tengah mengkaji isu mundurnya puluhan ribu calon mahasiswa dari SNBP akibat beban biaya UKT.
Berikut adalah rangkuman informasi pendidikan nasional terkini:
- Pendaftaran PPG 2026:Kemendikdasmen secara serentak memanggil puluhan ribu guru dan calon guru untuk mengikuti PPG guna mempercepat peningkatan mutu dan sertifikasi tenaga pengajar di Indonesia. Pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Kemendikdasmen: Home","Lebih Banyak Guru Profesional untuk Indonesia, Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka. Jakarta, 2 Juli 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Pendaftaran dibuka mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen. Jakarta, 2 Juli 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Pendaftaran dibuka mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 melalui laman remi
- Evaluasi SNBP & UKT:Kemenko PMK sedang menelusuri laporan mengenai puluhan ribu calon mahasiswa yang mundur dari jalur SNBP, dengan fokus investigasi pada faktor ekonomi dan tingginya Uang Kuliah Tunggal
- Digitalisasi Sekolah: Untuk menjawab tantangan transformasi digital, pemerintah terus menggencarkan penggunaan fasilitas Interactive Flat Panel atau papan interaktif digital guna memperdalam pemahaman dan minat belajar siswa.
- Program Indonesia Pintar (PIP): Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan PIP. Pembaruan data penerima manfaat dilakukan secara berkala setiap tahun agar bantuan pendidikan, termasuk integrasi dengan KIP Kuliah, tersalurkan tepat sasaran.